Hadiri Arahan Presiden RI, Walikota HML: Kota Bima masih Memiliki stok beras Cadangan Untuk Warga Miskin, lansia dan Penderita stunting
Cari Berita

Iklan 970x90px

Hadiri Arahan Presiden RI, Walikota HML: Kota Bima masih Memiliki stok beras Cadangan Untuk Warga Miskin, lansia dan Penderita stunting

Kamis, 29 September 2022

 

Walikota Bima Hadiri Arahan Presiden RI Joko Widodo

Foto : Pimpred Billy Pelopor NTB 

Kota Bima, PeloporNTB.Com - Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE Menghadiri Arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Tentang Pengendalian Inflasi Daerah, Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem bertempat di Jakarta Convention Center. Kamis, 29 September 2022.


Dalam acara tersebut, dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Makruf Amin, Menteri kabinet Indonesia bersatu Jilid 2, Kepala Lembaga Negara, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, Kapolda, Kejaksaan Tinggi, dan Para Dirut BUMN.


Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kota Bima telah melakukan berbagai langkah untuk pengendalian inflasi sektor pangan diantaranya operasi pasar atau bazar pangan murah merupakan aksi kerja kolaborasi antara pemerintah Kota Bima dengan Bulog Cabang Bima selaku pihak BUMN.


Selain itu juga, aksi kolaborasi dengan tema "Sinergi Untuk Stabilisasi Harga dan Ketahanan Pangan" tersebut juga melakukan langkah serta upaya lain diantaranya penyediaan beras cadangan pangan pemerintah yang telah didistribusikan kepada 10 kelurahan sebanyak 3 ton.


Dalam hal menjaga Inflasi ini pun, Pemerintah Kota Bima masih memiliki stok beras cadangan pangan sebanyak 8 ton untuk penanganan daerah rawan pangan yang dapat diterima oleh warga miskin, lansia dan penderita stunting.


Selain melakukan upaya dan langkah strategis, saat ini Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima terus memantau harga-harga pangan strategis antara lain beras, jagung, kedelai, ayam, telur, gula, daging, dan sayuran lainnya yang masih terkendali.


Pengendalian Inflasi ini juga akan diperkuat dengan Surat Edaran Wali Kota Bima tentang Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk ditanami cabai, tomat dan sayuran lainnya.


Langkah itu sebagai upaya untuk mengurangi laju inflasi jika masyarakat melakukan dan bergerak menanam di lahan pekarangannya, dibeberapa daerah lainnya, beberapa sayuran ini merupakan komoditi penyumbang inflasi.


Diharapkan nantinya operasi pasar terus dilakukan dan pemberian subsidi biaya transportasi distribusi pangan sebagai upaya untuk mengurangi inflasi juga bisa dilakukan. (BL-01)